Archive

Posts Tagged ‘rumah’

Rumah di hari Kamis, 25 April 2013

April 25, 2013 4 comments

Menghabiskan hari di rumah menjadi sesuatu yang luar biasa beberapa tahun lalu.  Harus menunggu 3 bulan untuk bisa pulang. Lupa tanggal 25 April 3 tahun lalu dimana.  Sekarang saya di rumah 🙂

Bayangan di teras.

Bayangan di teras.

dengan HP ini saya sering motret

dengan HP ini saya sering motret

tumbuhan liar

tumbuhan liar

Entah kenapa senang motret daun puring ini.

Entah kenapa senang motret daun puring ini.

Motor

Motor

Gerobak tak terpakai

Gerobak tak terpakai

Kucing tidur

Kucing tidur

tumbuhan liar

tumbuhan liar

euphorbia

euphorbia

Rumah tempat saya tumbuh besar.

Rumah tempat saya tumbuh besar.

Foto dengan kamera Olympus E-PM1.

 

Patterns at Home

February 5, 2012 8 comments

Tidak pergi kemana-mana hanya di rumah saja bukanlah suatu kutukan dan siksaan. Banyak yang bisa dikerjakan dengan modal sebuah kamera.

Berikut ini beberapa gambar yang saya ambil di rumah hari ini (05/02/2012), tepatnya di dalam gudang berisi barang-barang tak terpakai. Mudah-mudahan bisa dinikmati.

Cheers.

Kursi

Kursi

Rak

Rak

Ayakan

Ayakan

Keranjang

Keranjang

Beberapa Ide Foto Menggunakan Daun Sebagai Obyek di Sekitar Rumah #tipsfoto

July 29, 2011 4 comments

Fotografi tidak lepas dari cahaya karena tanpa ada cahaya kita tidak akan bisa memotret. Bahkan dengan cahaya redup lilin sekalipun tanpa bantuan cahaya lain, kita sudah bisa memotret asal tau caranya saja.

Di era digital saat ini banyak kemudahan yang diberikan oleh pabrikan kamera, salah satunya adalah tersedianya mode Auto. Mode auto adalah mode dimana kamera yang menentukan besaran shutter (kecepatan rana), aperture (diafragma), ISO (kepekaan cahaya), White Balance (kalibrasi warna putih) dan bahkan lampu kilat jika diperlukan.

“Mode Auto?”

Ya benar, mode auto. Kata siapa mode Auto tidak bisa menghasilkan foto bagus dan kreatif. Lalu apakah tidak perlu mempelajari mode “manual” di kamera besar? Jawabannya adalah: tergantung kebutuhan. Terus terang, saya pun terkadang masih memakai mode auto ini.

Nah, kali ini saya mencoba memberikan satu ide tentang “arah cahaya” dan “jenis obyek foto”, dan tidak perlu jauh-jauh mencobanya. Cukup di halaman depan atau halaman belakang rumah saja. Contoh foto di bawah saya ambil di halaman depan rumah, menggunakan daun tanaman yang ditanam oleh ibu saya. Mudah dan bisa dicoba kapan saja. Bisa saat akhir pekan atau liburan, dengan satu kamera seadanya kita bisa mecoba-coba bermain dengan cahaya di rumah. Yang kita perlu mengerti terlebih dahulu adalah

  1. Arah datang cahaya (depan, samping, belakang)
  2. Jenis bendanya (memantulkan cahaya, menyerap cahaya dan tembus cahaya)

Kali ini saya akan memberi 2 contoh obyek foto daun yang tembus cahaya dan gampang ditemukan di halaman rumah. Dan saya menggunakan cahaya belakang (backlight).

Setting kamera saya gunakan mode AUTO

auto

Saya gunakan mode auto, warna hijau.

Posisi kamera kira-kira seperti ini:

posisi kamera

Cahaya belakang (cahaya dari belakang obyek)- posisi kamera bisa 45 derajat ke kiri dan ke kanan

DAN HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau

warna hijaunya kentara dan serat daun pun tampat jelas pula.

Contoh foto 2:

daun merah

merahnya kelihatan menyala dan serat-serat daun pun terlihat pula

Sekarang coba pindah posisi, kamera berada di antara sumber cahaya (matahari) dan obyek daun, lihat hasilnya.

posisi kamera 2

cahaya depan - sumber cahaya berasal dari depan obyek (di belakang kita)

HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun yang kecil-kecil pun tidak begitu terlihat.

Contoh foto 2:

daun merah 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun pun tidak begitu terlihat.

Bandingkan hasil keempat foto tersebut. Saya pribadi lebih memilih hasil 2 foto pertama karena warna dan serat-serat kecilnya timbul. Hal ini dikarenakan obyek fotonya adalah daun yang lumayan tipis dan tembus cahaya dan kita menggunakan cahaya belakang (backlight). Bagaimana pendapat anda?

Jadi, meskipun memotret dengan menggunakan mode AUTO, tapi hasil bisa beda karena posisi yang berbeda. Posisi menentukan, itu kata-kata yang sering didengar waktu ujian sekolah 🙂

Bagaimana kalau benda lain? Coba daun pisang, atau coba gelas transparan yang terisi sirup warna merah. Coba menggunakan sumber cahaya lain seperti senter, lampu darurat. Coba juga menggunakan styrofoam untuk membantu memantulkan cahaya ke bagian yang gelap. Coba bereksperimen sesuka anda. Semakin banyak mencoba akan semakin bertambah ide-ide di kepala.

Untuk apa foto-foto itu? Anda mempunyai facebook, twitter, atau blog bukan? Boleh dong anda memamerken foto-foto bagus karya sendiri ke teman-teman. Atau foto-foto itu bisa saja jadi tambahan hiasan atau foto ilustrasi yang menunjang tulisan anda di blog. Dan kita tidak perlu lagi copy paste foto orang lain karena motret itu mudah  😉

Selamat mencoba dan selamat berakhir pekan.

— — —

Mudah-mudahan ide-ide foto ini dapat menginspirasi anda dan menambah keterampilan perjalanan fotografi Anda. Motret secara teratur. Jangan sampai hambatan dan rintangan membuat anda berhenti memotret.

Mudah-mudahan juga foto-foto rekan lebih baik dari foto-foto di halaman ini. Amiin.

— — —

Garis, Bentuk dan Pola

Dalam kehidupan selalu ada garis, bentuk dan pola, apapun warnanya.

Orang bilang diantara 3 hal tersebut, garis adalah yang paling penting. Tanpa garis tidak akan ada bentuk, dan tanpa bentuk tidak akan ada pola.

Setiap saat kita selalu melihat garis, bentuk dan pola tanpa kita sadari karena terlalu biasa dan sering melihatnya.

Tidak masalah bagaimana garis, bentuk dan pola itu tergambar. Lebih penting bagaimana kita melihat dan menjalani garis, bentuk dan pola itu dengan baik.

(Foto diambil kemarin 11 Juli 2011, Citayam)

Beberapa Ide Foto Hitam Putih di Sekitar Rumah #tipsfoto #bw

June 29, 2011 5 comments

Di hari libur seperti sekarang ini, langit cerah dan keinginan memotret sedang tinggi-tingginya. Jari rasanya gatal sekali untuk menekan tombol shutter. Segera ambil kamera, masukkan ke dalam tas, hidupkan motor dan pergi. Di tengah jalan baru terpikir, apa yang ingin saya potret? 😀

Setelah berkali-kali mengalami hal ini, saya segera membeli beberapa buku dan majalah yang berisi foto-foto hitam putih yang menarik. Membuka beberapa situs foto yang bisa saya “save as” dan menyimpan foto-fotonya di harddisk. Tak lupa membeli satu notebook kecil yang hampir selalu saya bawa kemana saja. Saat muncul ide segera tulis.

Sebagai awal, mengapa tidak mencoba memotret di sekitar rumah? Tidak keluar ongkos, bensin dan tidak perlu mengajak kawan yang bisa membatasi ruang gerak dan waktu kita. Kita bisa bebas bereksperimen obyek foto, komposisi dan sudut bidik.

1. TERAS RUMAH

Ya, teras rumah. Terdengar lucu sepertinya 🙂 Tapi coba dulu sebelum membuang ide ini. Saya coba ambil beberapa barang antik milik nenek dari lemari tua dan meletakkannya di kursi bambu di teras. Lalu di jendela dan lantai teras

Well… Teras sepertinya bisa menjadi tempat bagus belajar fotografi bukan? Dan cuaca tidak akan mengganggu kegiatan kita. Setelah teras, coba ke bagian rumah yang lain. Ruang tamu, ruang tidur, dapur, toilet, gudang. Buka lemari pakaian, lemari makanan, kulkas, kotak antik di ruang tamu. Gunakan kursi, meja kerja, buku, koran, pensil, sandal, sepatu sebagai alat bantu atau obyek.

2. HALAMAN

Satu langkah dari teras saya sudah di halaman. Saya coba memotret bunga dan daun. Lihat sekitar dan temukan apa saja yang bisa menarik difoto. Saya tidak saja berdiri, tetapi membungkuk, berlutut, duduk bahkan mengambil kursi dan berdiri di atasnya. Eksplorasi benda-benda di tanah, dinding samping rumah, lihat ke atas dan sebagainya. Mulailah melihat dan mengamati seolah-olah anda seorang fotografer handal 🙂

— — —

Mudah-mudahan ide-ide foto ini dapat menginspirasi anda dan menambah keterampilan perjalanan fotografi Anda. Motret secara teratur. Jangan sampai hambatan dan rintangan membuat anda berhenti memotret.

Mudah-mudahan juga foto-foto rekan lebih baik dari foto-foto di halaman ini. Amiin.

— — —

NB:

  1. Saya pakai mode A (aperture priority) di seluruh foto di atas.
  2. Lensa yang saya gunakan adalah lensa kit Nikkor 18-105 pinjaman seorang kawan yang baik hati 🙂
  3. Saat memotret saya sudah membayangkan foto-foto ini nantinya bakal menjadi hitam putih. Bukan foto gagal yang saya jadikan hitam putih.
  4. Kamera poket, BB, IPhone, lomo, dll juga bisa lho…..