Archive

Posts Tagged ‘daun’

Rumah di hari Kamis, 25 April 2013

April 25, 2013 4 comments

Menghabiskan hari di rumah menjadi sesuatu yang luar biasa beberapa tahun lalu.  Harus menunggu 3 bulan untuk bisa pulang. Lupa tanggal 25 April 3 tahun lalu dimana.  Sekarang saya di rumah 🙂

Bayangan di teras.

Bayangan di teras.

dengan HP ini saya sering motret

dengan HP ini saya sering motret

tumbuhan liar

tumbuhan liar

Entah kenapa senang motret daun puring ini.

Entah kenapa senang motret daun puring ini.

Motor

Motor

Gerobak tak terpakai

Gerobak tak terpakai

Kucing tidur

Kucing tidur

tumbuhan liar

tumbuhan liar

euphorbia

euphorbia

Rumah tempat saya tumbuh besar.

Rumah tempat saya tumbuh besar.

Foto dengan kamera Olympus E-PM1.

 

Advertisements

Daun Puring – Codiaeum variegatum

June 7, 2012 2 comments

Pagi ini duduk-duduk di teras saat cuaca agak mendung. Saat cahaya mentari keluar dan mengenai tanaman di halaman, sekilas tampak keindahan dedaunan dengan cahaya dan warna-warna yang cerah.

Saya fokus pada tumbuhan yang berjenis perdu tinggi yaitu daun puring (croton) yang berbahasa latin Codiaeum variegatum.  Warna dan corak garisnya layak dinikmati kali ini.

Puring 1

Codiaeum variegatum

Puring 2

Codiaeum variegatum

Puring 3

Codiaeum variegatum

Puring 4

Codiaeum variegatum

Puring 4

Codiaeum variegatum

Puring 6

Codiaeum variegatum

Puring 7

Codiaeum variegatum

Tips:

gunakan cahaya belakang/backlight

 

 

 

Foto Makro Menggunakan HP

January 19, 2012 9 comments

Saat pertama kali mendapatkan HP baru (baru dikasih), saya tidak terlalu penasaran untuk mencoba fasilitas kameranya. Yang saya coba-coba pertama kali adalah Games,  aplikasi browsing internet, aplikasi musik dan videonya. Tetap beberapa kali iseng memotret gelas kopi di meja. Lihat hasilnya,  masih biasa saja waktu itu.

Saat memotret tumbuhan di sekitar rumah, barulah saya penasaran bagaimana hasilnya kalau saya menggunakan kamera HP yang baru saya miliki. 1 minggu setelahnya saya langsung mencoba-coba memotret menggunakan HP tersebut. Hasilnya…. wowww tidak saya sangka ternyata dapat diterima dan dinikmati walau masih ada beberapa kekurangan karena keterbasan kamera HP tersebut.

Dan siang ini saat keluar rumah saya melihat seekor belalang yang sedang hinggap di daun. Tak banyak buang waktu, saya mengeluarkan HP  dari saku sambil berdoa semoga belalangnya tidak kabur 😀 dan…… potret!!!

Agak susah memang mendapatkan fokus di mata belalang, saya mencoba berulang kali di tiap sudut bidik. Tidak semudah mendapatkan fokus memotret dedaunan dan bunga.

Saya akui ada beberapa keuntungan memotret menggunakan HP antara lain, mudah digunakan, mudah diraih & disimpan kembali, dan ringan.  Tidak ribet dan melelahkan seperti saat menggunakan kamera DSLR. Untuk sekedar jadi penghias blog, foto lucu-lucuan di facebook hasil jepretnya  masih bisa diterima 🙂

belalang

Belalang

belalang 2

Smile.......

daun kuning

Daun Kuning

Daun Hijau 1

Daun Hijau

Daun Hijau 2

Daun Hijau

Tips:

  1. Pegang HP dengan 2 tangan
  2. Cek pengaturan kamera HP.
  3. Usahakan tidak bergerak/goyang sebisanya. Bisa dengan cara menyandarkan tangan/siku ke bangku, lantai, meja dll
  4. Coba berbagai sudut bidik, sejajar obyek, lebih tinggi/rendah.
  5. Coba beberapa kali jepret.
  6. Zooming dengan kaki bukan dengan fasilitas zoom kamera. Maju dan mundur.
  7. Bersihkan lensa kamera hp.
  8. Setelah selesai jangan ragu untuk melakukan post process di photoshop atau software lain.
  9. Tak perlu berlebihan edit, terkadang hasilnya sudah bagus dan hanya perlu level/contrast adjustment sedikit saja.
  10. Sharing ke kawan-kawan 😉

NB:

  • yang digunakan HP Sony Ericsson ELM J102
  • saya lakukan post process di Photoshop sekedarnya.
  • di foto DSC00334@@  (Smile…….), Cropnya sekitar 40%.
Bagaimana menurutmu?
Mudah-mudahan foto kawan-kawan bisa jauh lebih bagus dari foto-foto di page ini. Amiin.
Salam jepret.

Beberapa Ide Foto Menggunakan Daun Sebagai Obyek di Sekitar Rumah #tipsfoto

July 29, 2011 4 comments

Fotografi tidak lepas dari cahaya karena tanpa ada cahaya kita tidak akan bisa memotret. Bahkan dengan cahaya redup lilin sekalipun tanpa bantuan cahaya lain, kita sudah bisa memotret asal tau caranya saja.

Di era digital saat ini banyak kemudahan yang diberikan oleh pabrikan kamera, salah satunya adalah tersedianya mode Auto. Mode auto adalah mode dimana kamera yang menentukan besaran shutter (kecepatan rana), aperture (diafragma), ISO (kepekaan cahaya), White Balance (kalibrasi warna putih) dan bahkan lampu kilat jika diperlukan.

“Mode Auto?”

Ya benar, mode auto. Kata siapa mode Auto tidak bisa menghasilkan foto bagus dan kreatif. Lalu apakah tidak perlu mempelajari mode “manual” di kamera besar? Jawabannya adalah: tergantung kebutuhan. Terus terang, saya pun terkadang masih memakai mode auto ini.

Nah, kali ini saya mencoba memberikan satu ide tentang “arah cahaya” dan “jenis obyek foto”, dan tidak perlu jauh-jauh mencobanya. Cukup di halaman depan atau halaman belakang rumah saja. Contoh foto di bawah saya ambil di halaman depan rumah, menggunakan daun tanaman yang ditanam oleh ibu saya. Mudah dan bisa dicoba kapan saja. Bisa saat akhir pekan atau liburan, dengan satu kamera seadanya kita bisa mecoba-coba bermain dengan cahaya di rumah. Yang kita perlu mengerti terlebih dahulu adalah

  1. Arah datang cahaya (depan, samping, belakang)
  2. Jenis bendanya (memantulkan cahaya, menyerap cahaya dan tembus cahaya)

Kali ini saya akan memberi 2 contoh obyek foto daun yang tembus cahaya dan gampang ditemukan di halaman rumah. Dan saya menggunakan cahaya belakang (backlight).

Setting kamera saya gunakan mode AUTO

auto

Saya gunakan mode auto, warna hijau.

Posisi kamera kira-kira seperti ini:

posisi kamera

Cahaya belakang (cahaya dari belakang obyek)- posisi kamera bisa 45 derajat ke kiri dan ke kanan

DAN HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau

warna hijaunya kentara dan serat daun pun tampat jelas pula.

Contoh foto 2:

daun merah

merahnya kelihatan menyala dan serat-serat daun pun terlihat pula

Sekarang coba pindah posisi, kamera berada di antara sumber cahaya (matahari) dan obyek daun, lihat hasilnya.

posisi kamera 2

cahaya depan - sumber cahaya berasal dari depan obyek (di belakang kita)

HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun yang kecil-kecil pun tidak begitu terlihat.

Contoh foto 2:

daun merah 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun pun tidak begitu terlihat.

Bandingkan hasil keempat foto tersebut. Saya pribadi lebih memilih hasil 2 foto pertama karena warna dan serat-serat kecilnya timbul. Hal ini dikarenakan obyek fotonya adalah daun yang lumayan tipis dan tembus cahaya dan kita menggunakan cahaya belakang (backlight). Bagaimana pendapat anda?

Jadi, meskipun memotret dengan menggunakan mode AUTO, tapi hasil bisa beda karena posisi yang berbeda. Posisi menentukan, itu kata-kata yang sering didengar waktu ujian sekolah 🙂

Bagaimana kalau benda lain? Coba daun pisang, atau coba gelas transparan yang terisi sirup warna merah. Coba menggunakan sumber cahaya lain seperti senter, lampu darurat. Coba juga menggunakan styrofoam untuk membantu memantulkan cahaya ke bagian yang gelap. Coba bereksperimen sesuka anda. Semakin banyak mencoba akan semakin bertambah ide-ide di kepala.

Untuk apa foto-foto itu? Anda mempunyai facebook, twitter, atau blog bukan? Boleh dong anda memamerken foto-foto bagus karya sendiri ke teman-teman. Atau foto-foto itu bisa saja jadi tambahan hiasan atau foto ilustrasi yang menunjang tulisan anda di blog. Dan kita tidak perlu lagi copy paste foto orang lain karena motret itu mudah  😉

Selamat mencoba dan selamat berakhir pekan.

— — —

Mudah-mudahan ide-ide foto ini dapat menginspirasi anda dan menambah keterampilan perjalanan fotografi Anda. Motret secara teratur. Jangan sampai hambatan dan rintangan membuat anda berhenti memotret.

Mudah-mudahan juga foto-foto rekan lebih baik dari foto-foto di halaman ini. Amiin.

— — —