Archive

Archive for the ‘tips’ Category

Foto Makro Menggunakan HP

January 19, 2012 9 comments

Saat pertama kali mendapatkan HP baru (baru dikasih), saya tidak terlalu penasaran untuk mencoba fasilitas kameranya. Yang saya coba-coba pertama kali adalah Games,  aplikasi browsing internet, aplikasi musik dan videonya. Tetap beberapa kali iseng memotret gelas kopi di meja. Lihat hasilnya,  masih biasa saja waktu itu.

Saat memotret tumbuhan di sekitar rumah, barulah saya penasaran bagaimana hasilnya kalau saya menggunakan kamera HP yang baru saya miliki. 1 minggu setelahnya saya langsung mencoba-coba memotret menggunakan HP tersebut. Hasilnya…. wowww tidak saya sangka ternyata dapat diterima dan dinikmati walau masih ada beberapa kekurangan karena keterbasan kamera HP tersebut.

Dan siang ini saat keluar rumah saya melihat seekor belalang yang sedang hinggap di daun. Tak banyak buang waktu, saya mengeluarkan HP  dari saku sambil berdoa semoga belalangnya tidak kabur 😀 dan…… potret!!!

Agak susah memang mendapatkan fokus di mata belalang, saya mencoba berulang kali di tiap sudut bidik. Tidak semudah mendapatkan fokus memotret dedaunan dan bunga.

Saya akui ada beberapa keuntungan memotret menggunakan HP antara lain, mudah digunakan, mudah diraih & disimpan kembali, dan ringan.  Tidak ribet dan melelahkan seperti saat menggunakan kamera DSLR. Untuk sekedar jadi penghias blog, foto lucu-lucuan di facebook hasil jepretnya  masih bisa diterima 🙂

belalang

Belalang

belalang 2

Smile.......

daun kuning

Daun Kuning

Daun Hijau 1

Daun Hijau

Daun Hijau 2

Daun Hijau

Tips:

  1. Pegang HP dengan 2 tangan
  2. Cek pengaturan kamera HP.
  3. Usahakan tidak bergerak/goyang sebisanya. Bisa dengan cara menyandarkan tangan/siku ke bangku, lantai, meja dll
  4. Coba berbagai sudut bidik, sejajar obyek, lebih tinggi/rendah.
  5. Coba beberapa kali jepret.
  6. Zooming dengan kaki bukan dengan fasilitas zoom kamera. Maju dan mundur.
  7. Bersihkan lensa kamera hp.
  8. Setelah selesai jangan ragu untuk melakukan post process di photoshop atau software lain.
  9. Tak perlu berlebihan edit, terkadang hasilnya sudah bagus dan hanya perlu level/contrast adjustment sedikit saja.
  10. Sharing ke kawan-kawan 😉

NB:

  • yang digunakan HP Sony Ericsson ELM J102
  • saya lakukan post process di Photoshop sekedarnya.
  • di foto DSC00334@@  (Smile…….), Cropnya sekitar 40%.
Bagaimana menurutmu?
Mudah-mudahan foto kawan-kawan bisa jauh lebih bagus dari foto-foto di page ini. Amiin.
Salam jepret.
Advertisements

Beberapa Ide Foto Menggunakan Daun Sebagai Obyek di Sekitar Rumah #tipsfoto

July 29, 2011 4 comments

Fotografi tidak lepas dari cahaya karena tanpa ada cahaya kita tidak akan bisa memotret. Bahkan dengan cahaya redup lilin sekalipun tanpa bantuan cahaya lain, kita sudah bisa memotret asal tau caranya saja.

Di era digital saat ini banyak kemudahan yang diberikan oleh pabrikan kamera, salah satunya adalah tersedianya mode Auto. Mode auto adalah mode dimana kamera yang menentukan besaran shutter (kecepatan rana), aperture (diafragma), ISO (kepekaan cahaya), White Balance (kalibrasi warna putih) dan bahkan lampu kilat jika diperlukan.

“Mode Auto?”

Ya benar, mode auto. Kata siapa mode Auto tidak bisa menghasilkan foto bagus dan kreatif. Lalu apakah tidak perlu mempelajari mode “manual” di kamera besar? Jawabannya adalah: tergantung kebutuhan. Terus terang, saya pun terkadang masih memakai mode auto ini.

Nah, kali ini saya mencoba memberikan satu ide tentang “arah cahaya” dan “jenis obyek foto”, dan tidak perlu jauh-jauh mencobanya. Cukup di halaman depan atau halaman belakang rumah saja. Contoh foto di bawah saya ambil di halaman depan rumah, menggunakan daun tanaman yang ditanam oleh ibu saya. Mudah dan bisa dicoba kapan saja. Bisa saat akhir pekan atau liburan, dengan satu kamera seadanya kita bisa mecoba-coba bermain dengan cahaya di rumah. Yang kita perlu mengerti terlebih dahulu adalah

  1. Arah datang cahaya (depan, samping, belakang)
  2. Jenis bendanya (memantulkan cahaya, menyerap cahaya dan tembus cahaya)

Kali ini saya akan memberi 2 contoh obyek foto daun yang tembus cahaya dan gampang ditemukan di halaman rumah. Dan saya menggunakan cahaya belakang (backlight).

Setting kamera saya gunakan mode AUTO

auto

Saya gunakan mode auto, warna hijau.

Posisi kamera kira-kira seperti ini:

posisi kamera

Cahaya belakang (cahaya dari belakang obyek)- posisi kamera bisa 45 derajat ke kiri dan ke kanan

DAN HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau

warna hijaunya kentara dan serat daun pun tampat jelas pula.

Contoh foto 2:

daun merah

merahnya kelihatan menyala dan serat-serat daun pun terlihat pula

Sekarang coba pindah posisi, kamera berada di antara sumber cahaya (matahari) dan obyek daun, lihat hasilnya.

posisi kamera 2

cahaya depan - sumber cahaya berasal dari depan obyek (di belakang kita)

HASILNYA ADALAH:

Contoh foto 1:

daun hijau 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun yang kecil-kecil pun tidak begitu terlihat.

Contoh foto 2:

daun merah 2

banyak pantulan cahaya yang mengganggu di permukaan daun, dan serat daun pun tidak begitu terlihat.

Bandingkan hasil keempat foto tersebut. Saya pribadi lebih memilih hasil 2 foto pertama karena warna dan serat-serat kecilnya timbul. Hal ini dikarenakan obyek fotonya adalah daun yang lumayan tipis dan tembus cahaya dan kita menggunakan cahaya belakang (backlight). Bagaimana pendapat anda?

Jadi, meskipun memotret dengan menggunakan mode AUTO, tapi hasil bisa beda karena posisi yang berbeda. Posisi menentukan, itu kata-kata yang sering didengar waktu ujian sekolah 🙂

Bagaimana kalau benda lain? Coba daun pisang, atau coba gelas transparan yang terisi sirup warna merah. Coba menggunakan sumber cahaya lain seperti senter, lampu darurat. Coba juga menggunakan styrofoam untuk membantu memantulkan cahaya ke bagian yang gelap. Coba bereksperimen sesuka anda. Semakin banyak mencoba akan semakin bertambah ide-ide di kepala.

Untuk apa foto-foto itu? Anda mempunyai facebook, twitter, atau blog bukan? Boleh dong anda memamerken foto-foto bagus karya sendiri ke teman-teman. Atau foto-foto itu bisa saja jadi tambahan hiasan atau foto ilustrasi yang menunjang tulisan anda di blog. Dan kita tidak perlu lagi copy paste foto orang lain karena motret itu mudah  😉

Selamat mencoba dan selamat berakhir pekan.

— — —

Mudah-mudahan ide-ide foto ini dapat menginspirasi anda dan menambah keterampilan perjalanan fotografi Anda. Motret secara teratur. Jangan sampai hambatan dan rintangan membuat anda berhenti memotret.

Mudah-mudahan juga foto-foto rekan lebih baik dari foto-foto di halaman ini. Amiin.

— — —

9 Keuntungan Bepergian Hunting Foto Sendiran – Solo Hunting

July 23, 2011 9 comments

Banyak teman saya yang tidak nyaman jika bepergian hunting foto sendirian. Mungkin merasa sepi, takut tak aman & tidak pede pegang kamera sendirian 😉

Padahal ada beberapa keuntungan kita hunting foto sendirian, antara lain:

1) BEBAS MEMILIH DAERAH TUJUAN DAN SPOT FOTO
Sering kali susah mencapai kata sepakat menentukan tujuan spot foto dengan kawan. Kalaupun sudah sepakat biasa tetap ada yang kecewa.

2) BEBAS MEMILIH WAKTU
Tidak semua kawan bisa pergi di akhir pekan, tidak semua bisa menginap, tidak semua bisa bareng ambil cuti.

3) BEBAS MELAKUKAN APA SAJA SELAMA DI PERJALANAN
Ada beberapa orang yang senang melakukan/mencoba sesuatu yang baru selama perjalanan. Berenang di kali yang jernih & lompat dari bebatuan tinggi ke airnya yang dalam. Jalan menyusuri pantai. Mencoba makanan khas lokal yang mungkin teman kita tidak suka rasa dan aromanya :p

4) BEBAS DARI KELUHAN KAWAN
Banyak yang tidak suka melelahkan diri berjalan kaki di pantai dan bukit. Ada yang tidak bisa tidur di rumah penduduk lokal. Tidak suka pedas. Pergi sendirian tidak akan ada suara-suara gerutu 🙂

5) BEBAS BERTEMU ORANG LAIN
Asik dan menarik bisa berkenalan dan ngobrol dengan penduduk lokal yang baru kita kenal.
Disinikah bisa kita rasakan luar biasanya pergi sendiri. Coba saja.

6) BEBAS DARI GANGGUAN
Tiap orang mempunyai kebiasaan yang mungkin mengganggu, seperti: ngorok, ngupil, berisik nelpon melulu.

7) BEBAS MENENTUKAN KECEPATAN JALAN
Mengikuti kawan yang selalu tergesa-gesa atau lambat itu tidak mengasikkan.

8 ) DAPAT PERGI DAN PULANG DI DETIK-DETIK TERAKHIR
Seringkali hal & momen menarik untuk difoto kita temui jika kita fleksibel.

9) KEPUASAAN YANG DIDAPAT
Rasa puas dan foto-foto bagus adalah sesuatu yang sangat layak didapat setelah pulang dari bepergian. Puas bisa menikmati jalan-jalan dan puas memiliki foto-foto bagus yang unik yang belum tentu dimiliki kawan kita.

Jika belum terbiasa jalan sendiri mulailah dengan makan siang sendiri di luar rumah. Lalu coba jalan sendiri di akhir pekan ke tempat-tempat yang dekat dulu di dalam/luar kota.

Have a nice weekend.

Hitam dan Putih

July 15, 2011 2 comments
baca

Membaca sambil minum kopi

Saat melihat sesuatu, saya bukan melihat Hitam dan Putih.

walau terkadang saya merasa berada di dalamnya.

Ada saatnya kita harus melihat bayang-bayang

kopi dan buku

Secangkir kopi di antara buku-buku

dan mundur satu langkah dan mencari cara pandang baru,

untuk mendapatkan kemungkinan baru.

Tidak sekedar menjuluki sesuatu itu Hitam atau Putih.

kopi dan buku

Secangkir kopi cappucino dan buku-buku.

Garis, Bentuk dan Pola

Dalam kehidupan selalu ada garis, bentuk dan pola, apapun warnanya.

Orang bilang diantara 3 hal tersebut, garis adalah yang paling penting. Tanpa garis tidak akan ada bentuk, dan tanpa bentuk tidak akan ada pola.

Setiap saat kita selalu melihat garis, bentuk dan pola tanpa kita sadari karena terlalu biasa dan sering melihatnya.

Tidak masalah bagaimana garis, bentuk dan pola itu tergambar. Lebih penting bagaimana kita melihat dan menjalani garis, bentuk dan pola itu dengan baik.

(Foto diambil kemarin 11 Juli 2011, Citayam)

Beberapa Ide Foto Hitam Putih di Sekitar Rumah #tipsfoto #bw

June 29, 2011 5 comments

Di hari libur seperti sekarang ini, langit cerah dan keinginan memotret sedang tinggi-tingginya. Jari rasanya gatal sekali untuk menekan tombol shutter. Segera ambil kamera, masukkan ke dalam tas, hidupkan motor dan pergi. Di tengah jalan baru terpikir, apa yang ingin saya potret? 😀

Setelah berkali-kali mengalami hal ini, saya segera membeli beberapa buku dan majalah yang berisi foto-foto hitam putih yang menarik. Membuka beberapa situs foto yang bisa saya “save as” dan menyimpan foto-fotonya di harddisk. Tak lupa membeli satu notebook kecil yang hampir selalu saya bawa kemana saja. Saat muncul ide segera tulis.

Sebagai awal, mengapa tidak mencoba memotret di sekitar rumah? Tidak keluar ongkos, bensin dan tidak perlu mengajak kawan yang bisa membatasi ruang gerak dan waktu kita. Kita bisa bebas bereksperimen obyek foto, komposisi dan sudut bidik.

1. TERAS RUMAH

Ya, teras rumah. Terdengar lucu sepertinya 🙂 Tapi coba dulu sebelum membuang ide ini. Saya coba ambil beberapa barang antik milik nenek dari lemari tua dan meletakkannya di kursi bambu di teras. Lalu di jendela dan lantai teras

Well… Teras sepertinya bisa menjadi tempat bagus belajar fotografi bukan? Dan cuaca tidak akan mengganggu kegiatan kita. Setelah teras, coba ke bagian rumah yang lain. Ruang tamu, ruang tidur, dapur, toilet, gudang. Buka lemari pakaian, lemari makanan, kulkas, kotak antik di ruang tamu. Gunakan kursi, meja kerja, buku, koran, pensil, sandal, sepatu sebagai alat bantu atau obyek.

2. HALAMAN

Satu langkah dari teras saya sudah di halaman. Saya coba memotret bunga dan daun. Lihat sekitar dan temukan apa saja yang bisa menarik difoto. Saya tidak saja berdiri, tetapi membungkuk, berlutut, duduk bahkan mengambil kursi dan berdiri di atasnya. Eksplorasi benda-benda di tanah, dinding samping rumah, lihat ke atas dan sebagainya. Mulailah melihat dan mengamati seolah-olah anda seorang fotografer handal 🙂

— — —

Mudah-mudahan ide-ide foto ini dapat menginspirasi anda dan menambah keterampilan perjalanan fotografi Anda. Motret secara teratur. Jangan sampai hambatan dan rintangan membuat anda berhenti memotret.

Mudah-mudahan juga foto-foto rekan lebih baik dari foto-foto di halaman ini. Amiin.

— — —

NB:

  1. Saya pakai mode A (aperture priority) di seluruh foto di atas.
  2. Lensa yang saya gunakan adalah lensa kit Nikkor 18-105 pinjaman seorang kawan yang baik hati 🙂
  3. Saat memotret saya sudah membayangkan foto-foto ini nantinya bakal menjadi hitam putih. Bukan foto gagal yang saya jadikan hitam putih.
  4. Kamera poket, BB, IPhone, lomo, dll juga bisa lho…..

Potret Kampung Cungkeng

June 26, 2011 4 comments
Perahu

Perahu menuju Pulau Pasaran. cukup membayar Rp. 3000 /orang.

Bagi sebagian orang, Kampung Cungkeng adalah wilayah yang kumuh dan berbau agak tak sedap.  Tak banyak yang mau bepergian kemari, bahkan mungkin tidak tahu di seberangnya yang hanya berjarak tidak lebih dari selemparan batu, terdapat Pulau Pasaran sentra pembuatan ikan asin propinsi Lampung.

Kampung ini terletak di Kelurahan Kota Karang, kecamatan Teluk Betung Barat, kota Bandar Lampung.  Penduduk kampung Cungkeng  mayoritas berasal dari Bugis dan bermatapencaharian nelayan, pedagang ikan, pemilik kios, dan lain lain.

Dengan segala kesederhanaannya Kampung ini tetap saja menarik perhatian saya utuk didatangi dan dilihat-lihat. Duduk-duduk di dermaga penyeberangan yang menuju Pulau Pasaran, naik perahu kayu ke sebuah bagan yang sedang diperbaiki dan memperhatikan anak-anak yang bermain di sekitar.

Berangkat dari rumah selesai sholat Ashar dan kembali sebelum adzan Magrib. Membawa gear foto secukupnya supaya tidak terlalu risih saat membidik.  Be fast – be smart – be polite.

Was-was dan tidak nyaman, itu yang saya rasa waktu sampai di kampung Cungkeng. Tetapi selang beberapa menit setelah mengeluarkan kamera, perasaan itupun hilang, dengan sedikit senyum yang tulus saat bertegur sapa dengan beberapa pemuda dan anak-anak perempuan yang lewat.

Hhhmmm… Dibalik kederhanaannya kampung Cungkeng tetap saja memiliki warna-warni keindahan yang bisa kita nikmati, dengan atau tanpa kamera.