Iwing & Ray – Wedding in Bali

Iwing dan Ray menikah beberapa tahun lalu di Bali.  Dua hari saya meliput pernikahan adat Bali mereka yang dipenuhi warna dan pengagungan kepada sang pencipta. Tidak banyak yang saya tahu tentang upacara sakral adat Bali ini. Yang jelas perkawinan bertujuan untuk mewujudkan artha dan kama yang berdasarkan Dharma.

Ada banyak peralatan yang digunakan di dalamnya, seperti:

  1. Sanggah Surya
  2. Kala badeg
  3. Tikar dadakan
  4. Benang putih
  5. Dagang-dagangan
  6. Serabut kelapa
  7. Bambu
  8. dll

Urutan ritualnya pun panjang disertai dengan doa-doa dan pemberkatan ala Hindu. Yang jelas, dua hari meliput saya disuguhi oleh indahnya warna-warni dan budaya Bali nan eksotik.

Foto-foto hari pertama di Tabanan, Bali:

Iwing & Ray 1
Iwing & Ray
Iwing & Ray 2
memasuki pelataran tempat ibadah
Iwing & Ray 3
Ketuk pintu kamar pengantin wanita
Iwing & Ray 4
Pengantin wanita melakukan salah satu prosesi.
Iwing & Ray 5
Berdoa

Foto-foto hari kedua di Busung Biu, Bali:

Dovy & Wendy – Prewedding

Satu hari bersama Dovy dan Wendy dalam sesi foto pre-wedding mereka di Banda Aceh.

Pasangan yang baik, bersahabat dan mudah dalam proses pembuatan foto-foto pre-wedding mereka.  Pengambilan foto di tiga lokasi  dalam satu hari berjalan sangat lancar.

Saling berhadapan, berpegangan tangan, bercanda ria, di taman belakang Gedung Tsunami Research, puncak gedung escape building dan di rumah makan Banda Seafood.

Thanks to Dovy dan Wendy.

 

Lucky & Adelia – Wedding

Lucky dan Adelia
Selesai pemberkatan

Banyak makna dari kata “perkawinan”.  Banyak penjabaran dari perkawinan.

Cinta, ketulusan, penyerahan diri, kehidupan baru, rejeki, ikatan, anak, tanggung jawab, hak, dan lain-lain.

Tiap pasangan bisa mempunyai penjabaran sendiri dan berlainan.

Ada satu yang mereka berdua yakini, perkawinan tidak pernah gagal. Orang yang menjalaninya lah yang bisa gagal.

Bersama, mereka berdua mewujudkan pernikahan itu.

Semoga berbahagia Lucky & Adelia!