Archive

Archive for the ‘All About Lampung’ Category

Berakhir pekan di pulau Tegal, Lampung

Keliling Lampung

Pulau Tegal yang berada di desa Gebang, Pesawaran, Lampung ini adalah tempat favorit bagi para pecinta dunia bawah air.  Pehobi snorkeling dan diving sering tampak di pulau yang tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung.

Keindahan pulau ini tidak hanya terdapat pada pantainya yang putih, di beberapa titik di sekitar pulau di kedalaman antara 2 sampai 5 meter banyak terdapat terumbu karang dan ikan yang bewarna-warni.  Clown fish, betok biru dan kuda laut bisa kita jumpai.

Beberapa kawan dari berbagai komunitas di Lampung seperti couchsurfing, Pecinta fotografi Lampung (BEPFL), Seruit blogger, dan pecinta snorkeling Lampung ikut bergabung pada trip 4 Maret 2012 lalu.

Pergi pagi dan pulang sore, hanya memakan waktu sebentar di perjalanan dan banyak menghabiskan waku berenang, snorkeling dan duduk di pantai. Sangat di rekomendasikan kepada rekan-rekan yang ingin berakhir pekan dengan biaya murah 🙂

(Foto oleh: Yopie & Asit)

(video oleh: Boski)

View original post

Terbang Bersama Burung di Atas Lampung

January 12, 2012 Leave a comment

Beberapa foto udara, yang semuanya diambil oleh fotografer putra Lampung, Budhi Marta Utama.

Mungkin seperti inilah burung-burung melihat situasi di bawahnya saat terbang tinggi. Yang jelas view seperti ini sangat jarang kita lihat. Jika suka melihat foto-foto ini, bolehlah memberikan komentar di bawah :)

Salam.

FOTO-FOTO bisa dilihat di: Terbang Bersama Burung di Atas Lampung.

Teluk Kiluan di awal 2012

January 9, 2012 5 comments

Teluk Kiluan di awal 2012

January 9, 2012

Entah sudah berapa kali kami ke Kiluan. Beda musim dan beda teman perjalanan. Saat angin teduh dan kencang. Saat Ombak tenang dan besar. Tapi tak pernah bosan mengunjunginya. Terkadang mengendarai motor, sering kali membawa tamu dengan mobil yang nyaman berAC. Selalu ada saja yang baru ditemui disana.

Banyak mengalami beberapa kejadian lucu dan bahkan mengerikan saat berada di tengah laut dengan ombak yang entah berapa meter tingginya, mungkin 2 meter lebih dikit ;-) Dua orang teman pernah mengalami jukungnya didayung dari tengah laut berombak besar dan tinggi untuk kembali pulau Kelapa teluk Kiluan karena as baling-balingnya patah. Seorang memegang plastik besar yang berfungsi sebagai layar dan yang satu berkali-kali membuang air laut yang masuk ke jukung menggunakan gayung kecil. Sang nahkoda dengan tenang dan bersiul-siul mendayung jukung perlahan hingga akhirnya sampai kembali di pulau Kelapa 2 jam kemudian. Pengalaman tak terlupakan bagi mereka berdua :D

Sejak mengalami ombak besar, saya mengetahui alasan semua jukung di teluk Kiluan, teluk Kelumbayan dan teluk Paku ujung depannya meruncing ke atas. Jukung-jukung tersebut memang sudah didesain untuk mengarungi laut berombak besar. Awal-awalnya memang takut, tapi seiring waktu berjalan saya semakin pede dan berani pergi ke tengah laut dengan jukung. Apalagi sudah jauh-jauh dari Bandar Lampung ke Kiluan hendak melihat lumba-lumba, selagi angin tidak kencang dan ombak masih bisa diatasi kita berangkat ke tengah.

Berbekal sedikit makanan ringan dan minuman botol serta mengenakan jaket pelampung. Biasanya para wisatawan (dan juga saya) selalu berdoa saat baru menaiki jukung meminta keamanan dan keselamatan selama mengarungi lautan. Ya, karena kita akan berwisata sambil mengingat-ingat akan kebesaran Tuhan di tengah laut ;)

Kalau beruntung tak sampai 1 jam dari berangkat kita sudah bisa berjumpa lumba-lumba dengan latar belakang erupsi gunung Anak Krakatau. Adakalanya harus memutar haluan mencari spot yang banyak ikan tongkol, karena lumba-lumba besar memang mencari ikan tongkol kecil ini. Kali terakhir ke Kiluan (5/1/2012) kami bertemu lumba-lumba di antara jukung nelayan yang menangkap ikan tongkol. Beberapa kali terlihat nelayan justru mengusir lumba-lumba, karena mengambil tongkol yang sudah terkait kail pancing.

 Tak sempat memotret saat lumba-lumba muncul beramai-ramai di permukaan sudah lumayan dapat beberapa jepretan. Membawa DSLR di teluk Kiluan memang agak riskan dengan menaiki jukung yang lebarnya hanya pas untuk duduk. Lens hood terjatuh ke laut tapi yang penting bisa bertemu lumba-lumba :)

Foto-foto di  Teluk Kiluan di awal 2012.

Pagi Hari di Danau Ranau

December 1, 2011 Leave a comment

Beberapa kali berkunjung ke danau Ranau, Lampung Barat, beberapa kali pula mendapatkan suasana yang berbeda. Apalagi kalau kita berkunjung saat musim hujan. Selain suasana dingin dan sejuk kita juga bisa mendapatkan suasana yang hangat di sekeliling danau.

Yang jelas beberapa hari sebelum berangkat, sudah terbayang di benak bakal makan ikan nila bakar baik yang dibudidaya ataupun yang liar hidup di danau selama berkunjung ke danau Ranau ini. Membayangkan minum kopi Liwa (Robusta) setelah sarapan ataupun menjelang sore. Tak terbayang rasanya saat benar-benar menyantap ikan Nila dan menenggak kopi sambil memandang danau.

Selengkapnya baca di Pagi Hari di Danau Ranau.

Berpacu Dalam Hijau di Teluk Kiluan

October 31, 2011 12 comments
hutan dan sungai

Foto hutan dan sungai yang saya ambil waktu bertugas di Aceh.

Hutan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, dan menjadi genting saat kita tidak berusaha melestarikannya. Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, kita semakin bergantung akan kelestarian hutan. Pembangunan pemukiman, alat transportasi, kegiatan belajar mengajar, dan lain-lain, semua membutuhkan kayu yang berasal dari hutan selain dari habitat keanekaragaman hayati, sumber makanan dan obat-obatan, dan air bersih. Yang terpenting adalah hutan merupakan penyeimbang dari iklim global.

Hal-hal tersebut di atas yang saya catat dari kegiatan kemah gembira di Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Kab. Tanggamus, Lampung, 29 dan 30 Oktober 2011.

Diundang oleh beberapa kawan dari Yayasan Ekowisata Cikal untuk menghadiri kemah gembira (fun camp) di kawasan ekowisata Teluk Kiluan, tidak saya sia-siakan begitu saja. Berkendaraan dengan motor menempuh 160 km dan beberapa kali diguyur hujan bukan masalah berarti.

Acara Tahun Kehutanan Internasional 2011 yang dideklarasikan PBB ini dihadiri oleh pak  Hubertus Samangun, focal point dari United Nation Forum on Forest (UNFF) dengan mengibarkan tema “Hutan untuk kemakmuran masyarakat”.

“Hutan untuk Kemakmuran Masyarakat” yang dimaksud adalah menekankan bahwa hutan tidak hanya penting untuk mata pencaharian individu, tetapi juga sangat penting untuk pekerjaan kolaboratif yang perlu dilakukan dalam rangka untuk membuat kemajuan yang berkelanjutan di bidang kehutanan. (sumber: http://telukkiluan.org/iyf_prologue.html).

Beberapa acara yang dilaksanakan adalah penanaman bibit bakau di pantai sekitar teluk Kiluan, pemutaran film kehutanan, trekking ke gunung Tanggang dan penanaman bibit bakau di sepanjang jalur ke air terjun Tanggang. Para peserta berasal dari beberapa sekolah di Bandar Lampung dan Kelumbayan serta Pramuka.

2 hari yang melelahkan, tetapi rasa memiliki dan semangat menjaga hutan sudah tertanam di benak para panitia dan peserta. Kedepannya, tidaklah sulit untuk menggabungkan kegiatan-kegiatan pariwisata di Teluk Kiluan seperti menanam bakau di pesisir pantai selain melihat lumba-lumbanya.

kiluan 0

Bapak Hubertus Samangun, Focal Point United Nation Forum on Forest, menerima sesembahan dalam upacara pembukaan Tahun Internasional Hutan 2011 di Kiluan

Kiluan 1

Berpose sejenak sebelum menanam bibit bakau.

kiluan 2

Kakak panitia membagikan bibit bakau kepada peserta.

kiluan 4

Keceriaan peserta saat menanam bibit bakau.

kiluan 8

Kakak dari Komunitas Reggea Lampung ikut menanam bakau.

kiluan 5

Kak Dodo fasilitator dari yayasan ekowisata Cikal yang selalu menemani peserta dengan semangatnya.

kiluan 6

Pak Saiman, nelayan teluk Kiluan pencetus ide penanaman bibit bakau di pantai Kiluan.

kiluan 9

Pemutaran film tentang hutan di malam hari yang dilanjutkan dengan tanya jawab.

Jumping Kid

October 23, 2011 Leave a comment
jumping

A kid jumping

A very active and happy day for a kid that enjoy jumping at the beach.

Kelapa Rapet, Pesawaran, Lampung, Indonesia.

I am not sure why i capture this picture. Maybe the kid, buoy, or the blue sky.  I just love them.

And for the kid, maybe it is a great way to feel about life. It is easier to jump than to grow up.

—–

Saya tidak tau alasan kenapa memotret ini. Mungkin karena adanya anak itu, pelampung, atau langit biru. Saya suka semuanya.

Dan bagi anak tersebut, mungkin inilah caranya untuk menikmati hidup. Dimana lebih mudah untuk melompat daripada untuk tumbuh besar.

Parade Budaya Festival Krakatau 2011

October 17, 2011 7 comments

Ada yang menarik dan sangat meriah di akhir pekan lalu (15/10) di kota Bandar Lampung, yaitu diadakannya pawai budaya dalam rangka Festival Krakatau sehari setelah acara Tourisme Indonesia Mart and Expo 2011 ditutup.

Beberapa atraksi kesenian tradisional Lampung dan daerah lain digelar di jalan protokol Bandar Lampung. Mulai dari drumband, seni musik, tarian, seni topeng, debus, dll beriringan melewati Jalan Ahmad Yani, Jl. Kartini, Jl. Katamso, Jl. Raden Intan dan berakhir di Saburai, Enggal.

Tak hanya warga Bandar Lampung, warga dari Metro, Kota Agung, Liwa dan daerah lain turut menyaksikan parade budaya ini.  Beberapa turis asing juga terlihat hilir mudik dan serius menyaksikan.

Suparwono, manusia tertinggi Indonesia (2,42 meter) yang juga duta wisata Provinsi Lampung  menjadi daya tarik tersendiri dalam parade ini, selain gajah-gajah besar dari Way Kambas. Tampak beberapa warga berebutan bersalaman dan foto bersama di atas kendaraan khusus yang membawanya.

Selain Parade budaya ada beberapa acara pendukung festival Krakatau 2011, seperti, pameran foto, pameran lukisan, festival musik, festival layang-layang,  Elephant Show.  Diharapkan dengan adanya acara-acara ini masyarakat lebih mengenal ragam kebudayaan nasional kita, khususnya kebudayaan propinsi Lampung.

—–

Foto-foto:

gajah

iringan gajah melewati tugu gajah, Enggal.

busana 8

parade busana

busana 7

Masih tersenyum meski kelelahan sesaat setelah sampai di lapangan Enggal.

topeng

Salah satu budaya topeng Lampung.

Aceh

Ada juga perwakilan dari Nanggroe Atjeh Darussalam. "Peu Haba", "Haba Get" 🙂

busana 4

parade busana

busana 3

Parade busana

Suparwono

Suparwono manusia tertinggi Indonesia di antara peserta parade.

busana 2

parade busana

tarian

salah satu tarian yang ditampilkan

busana 9

parade busana