Home > All About Lampung > Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung Menjelang Lebaran 2011

Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung Menjelang Lebaran 2011

antri toko

antrian pembeli di salah satu toko pasar Smep

Memasuki H-1 Idul Fitri 2011, ribuan warga Bandar Lampung menyerbu pasar Pasir Gintung dan pasar Smep, Tanjung Karang Pusat, untuk mencari dan membeli berbagai kebutuhan pokok. Kenaikan harga beberapa barang tidak menyurutkan warga untuk membeli.

Selesai Sholat Shubuh hari itu, bersama seorang kolega, kami menerobos masuk kepadatan pasar Pasir Gintung. Yang pertama menarik perhatian kami adalah para penjual daging sapi yang ramai dengan pembeli. Kami perhatikan, daging dengan harga Rp. 85.000 per kilo pun sedikit demi sedikit laku terjual. Di bagian lain pasar, penjual daging ayam dan ikan pun ikut ketiban rejeki menjelang lebaran.

Selain mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding hari-hari biasanya, untuk mendapatkan beragam keperluan Lebaran, warga ternyata juga rela berdesak-desakan bersama warga lainnya di pasar tradisional untuk membeli barang-barang yang diinginkan dalam rangka merayakan hari lebaran. Tawar menawar harga dengan pedagang juga merupakan satu keasikan tersendiri bagi beberapa pembeli🙂

Setelah 1 jam mengitari pasar Pasir Gintung, kami masuk ke pasar Smep, pasar tradisional yang masih bertahan di antara pasar-pasar moderen di kota Bandar Lampung. Entah sudah berapa tahun usianya. Sudah ada sejak saya masih kecil. Teringat saat itu (tahun 1980an), masih ada dokar/andong/kereta kuda yang bisa mengantar kita pulang ke arah Lebak Budi. Sudah lama sekali.

Mengelilingi pasar Smep, kita bisa menemukan penjual bumbu jadi, penjual berbagai macam daging, sayuran berbagai jenis sayuran dan masakan. Beberapa penjual tampak mengernyitkan dahi dan memicingkan mata melihat kami, dua orang dengan kamera tergantung di leher. Dengan beberapa kata sapaan saja dan juga basa-basi lah suasana dapat cair. Beberapa kali kami malah diajak mengobrol lama. Beberapa menolak difoto, beberapa justru minta difoto😀

Tak ayal, ramainya warga yang berbelanja mengakibatkan jalan raya sedikit macet di pagi itu. Semua tampak sibuk dengan daftar belanjaan masing-masing. Terlihat beberapa petugas kepolisian lalu lintas sibuk membimbing beberapa pengendara mobil yang hendak parkir di tepian.

Pukul 7 pagi kami menyudahi perburuan foto persiapan lebaran pagi itu. Mampir sebentar di satu kelompok penjual bunga di tepi jalan dekat kantor Polsek Tanjung Karang Pusat, dekat Kantor Telkom. Pulang ke rumah, istirahat, hendak merapikan seisi rumah. Tak terasa sudah ada di penghujung Ramadhan.

Mohon maaf lahir dan bathin.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: