Archive

Archive for September, 2011

Dayang & Rhien

September 30, 2011 Leave a comment
Dayang & Rhien

Dayang & Rhien

Wanita bahagia adalah wanita yang cantik.

Saya percaya itu

Advertisements

Weekend Trip to Jantho

September 26, 2011 Leave a comment

Jalan-jalan bersama teman bisa sangat mengasikkan. Apalagi mempunyai hobi yang sama yaitu fotografi.

Beberapa tahun bekerja di propinsi paling barat Indonesia, saya beruntung bisa mempunyai banyak teman, baik teman sesama pekerja NGO maupun teman-teman asli Aceh yang biasa duduk bareng di kedai kopinya.

Saat akhir pekan adalah saat yang paling kita nantikan. Kalau tidak ada acara jalan dengan komunitas Hash House Harriers Aceh, kita terkadang direncanakan atau tidak pergi ke luar kota Banda Aceh. Terkadang kita duduk-duduk santai di puncak bukit di Blang Bintang dekat radar bandara. Atau ke pantai Lampuuk atau Lhoknga. Beberapa kali ke kota Takengon di dataran tingi Gayo, Aceh Tengah.

Dan foto-foto di bawah ini adalah saat kita berjalan-jalan ke kota Jantho, ibukota kabupaten Aceh Besar. Kita bisa menikmati ikan bakarnya yang terkenal enak di rumah makan Adem Ayem. Penggemar foto lanskap dan langit biru akan dimanjakan sekali di sepanjang jalan ke kota Jantho.

Ikan bakar dan langit birunya sangat layak dinikmati 🙂

 

Sekincau, Kota Kecil Indah di Lampung Barat

September 20, 2011 19 comments

Sekincau, kota kecamatan di kabupaten Lampung Barat adalah salah satu kota kecil yang bersuhu dingin di Propinsi Lampung. Kota ini beberapa kali saya lewati tanpa mampir dan berhenti sejenak, hanya lewat saja menuju/dari Liwa dan Bengkulu.

Kali pertama menginap di Sekincau di Villa milik Bapak Lunto Hasan, tak ada persiapan baju hangat dan hanya mengenakan celana pendek sedengkul. Tiba malam hari langsung disambut dengan suhu dingin. Sedikit terlihat kabut yang terbawa angin di teras belakang rumah kayu. Ternyata di situ sudah tersedia beberapa selimut, cukup untuk banyak orang yang memang sudah dipersiapkan untuk tamu/keluarga pemilik villa yang datang.

Malam itu tidur cukup nyenyak di balik selimut 😀

Bangun pagi, begitu keluar ke teras belakang, kami disuguhi dengan pemandangan indah berkabut. Tampak samar-samar di kejauhan puncak gunung Sekincau. Ga tahan untuk mengeluarkan kamera dari tas, saya pun bergegas menuju halaman dan memotret beberapa jepretan sebelum kami pergi ke lapangan bola terdekat untuk mempersiapkan rekan Budhi Marta take off dengan paralayangnya.

Video paralayang bisa dilihat disini:

Sehari di Sekincau, hati saya sudah jatuh cinta dengan kota kecil ini. Mudah-mudahan lain kali bisa mampir lagi, dengan atau tanpa kamera 🙂

Iwing & Ray – Wedding in Bali

September 15, 2011 Leave a comment

Iwing dan Ray menikah beberapa tahun lalu di Bali.  Dua hari saya meliput pernikahan adat Bali mereka yang dipenuhi warna dan pengagungan kepada sang pencipta. Tidak banyak yang saya tahu tentang upacara sakral adat Bali ini. Yang jelas perkawinan bertujuan untuk mewujudkan artha dan kama yang berdasarkan Dharma.

Ada banyak peralatan yang digunakan di dalamnya, seperti:

  1. Sanggah Surya
  2. Kala badeg
  3. Tikar dadakan
  4. Benang putih
  5. Dagang-dagangan
  6. Serabut kelapa
  7. Bambu
  8. dll

Urutan ritualnya pun panjang disertai dengan doa-doa dan pemberkatan ala Hindu. Yang jelas, dua hari meliput saya disuguhi oleh indahnya warna-warni dan budaya Bali nan eksotik.

Foto-foto hari pertama di Tabanan, Bali:

Iwing & Ray 1

Iwing & Ray

Iwing & Ray 2

memasuki pelataran tempat ibadah

Iwing & Ray 3

Ketuk pintu kamar pengantin wanita

Iwing & Ray 4

Pengantin wanita melakukan salah satu prosesi.

Iwing & Ray 5

Berdoa

Foto-foto hari kedua di Busung Biu, Bali:

Teluk Paku dan Teluk Kelumbayan dalam 1 hari bermotor

September 13, 2011 15 comments

Teluk Paku dan Kelumbayan selalu mebuat kami kangen dan selalu ingin mengunjunginya. Walau perjalanan lumayan berat dengan menggunakan motor, tetap kami jalani. Selain ada banyak pemandangan indah, penduduk pesisirnya cukup ramah bagi para pendatang yang sekedar ingin jalan-jalan. Membuat kami mempunyai beberapa kenalan sekarang yang bisa disambangai kapan saja kami datang 😀

Perjalanan ke Teluk Paku dan Kelumbayan kali ini (11-09-2011), kami mencoba melewati rute atas melalui Kluih. berdasarkan GPS yang Budhi Marta bawa, ternyata jalur ini memang cukup singkat menuju Teluk Paku, tetapi jalannya cukup berat untuk dilalui kendaraan roda dua dan empat. Jalur kesukaan kami tetap melalui Padang Cermin dan Bawang (kalau mau ke Kelumbayan saja).

Video Gigi Hiu

Foto-foto:

Dovy & Wendy – Prewedding

September 9, 2011 2 comments

Satu hari bersama Dovy dan Wendy dalam sesi foto pre-wedding mereka di Banda Aceh.

Pasangan yang baik, bersahabat dan mudah dalam proses pembuatan foto-foto pre-wedding mereka.  Pengambilan foto di tiga lokasi  dalam satu hari berjalan sangat lancar.

Saling berhadapan, berpegangan tangan, bercanda ria, di taman belakang Gedung Tsunami Research, puncak gedung escape building dan di rumah makan Banda Seafood.

Thanks to Dovy dan Wendy.

 

Wisata Kebun Karet Bersama Keluarga

September 3, 2011 Leave a comment

Saat liburan panjang lebaran biasanya tempat-tempat wisata sangat ramai dikunjungi masyarakat. Pantai Pasir Putih misalnya, sejak hari lebaran dan beberapa hari setelahnya selalu padat dikunjungi masyarakat Bandar Lampung dan juga dari beberapa kabupaten lain. Bahkan tak sedikit terlihat beberapa mobil berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, dan Palembang parkir di pantai ini.

Memasuki pantainya, kita sudah menemui kesulitan menemukan tempat kosong untuk parkir mobil. Belum lagi mendapatkan tempat teduh untuk duduk-duduk santai sambil menunggu anggota keluarga mandi-mandi di lautnya. Sangat padat sehingga sandal yang kita letakkan di samping tikar pun bisa hilang entah kemana terkena tendangan orang yang lalu lalang 😀

Teringat kebun karet yang sudah beberapa kali saya kunjungi, saya pun meyakinkan saudara-saudara dari Jakarta untuk menyempatkan jalan-jalan ke kebun karet dan berfoto ria disana. Menjelang jam 3 sore kami pun meluncur ke Karang Anyar. Sekitar 20 km dari rumah, tak sampai 40 menit kami sudah tiba di lokasi.

Tanpa buang-buang waktu, saya mengeluarkan kamera dan tripod. Hening dan sepi, hanya ada suara teriakan dan tertawa kami disitu.

Tak terasa dua jam berada di tengah-tengah pepohonan karet, berfoto ria sambil bercanda. Puas dan lelah kami segera pulang tanpa sempat merasa bosan. Hanya meninggalkan jejak dan membawa kembali sampah bekas bungkus makanan dan minuman, kami kembali pulang.

Setelah makan malam di rumah, foto-foto sudah beredar di situs jejaring sosial. Menyenangkan. (02-09-2011)