Home > All About Lampung, motorbike trip, Photo, Wisata > Perjalanan ke Kelumbayan, Tanggamus, Lampung cc: @Bandarlampung

Perjalanan ke Kelumbayan, Tanggamus, Lampung cc: @Bandarlampung

Kelumbayan – Satu nama tempat di Kabupaten Tanggamus, Lampung yang asing bagi saya. Tidak tahu terletak dimana, harus lewat mana, ada apa saja disana. Benar-benar kosong di pikiran.  Andai saja seorang pelukis Lampung tidak mengajak saya untuk jalan kesana dengan motor, mungkin sampai hari ini saya tidak akan tahu dan tidak akan pernah berkunjung kesana sampai hari ini.

Pada kunjungan pertama ke Kelumbayan, saya beserta si pelukis dan dua orang lain berangkat lewat Gedong Tataan yang ternyata memakan waktu 1 jam lebih lama jika kita lewat Hanura.

Kali kedua kesana bersama teman foto (Budhi Marta Utama dan Rudi Huang) 26 Maret 2011, kami tak mau berlama-lama di jalan, lewat Hanura. Berangkat jam 9 pagi dari Bandar Lampung, sebelum tengah hari kami bertiga sudah sampai di pertigaan turunan ke teluk Kiluan.

Mampir sebentar di satu rumah panggung Kampung Batu Suluh, kenalan dengan seorang ibu minta izin untuk bisa menginap di rumahnya di malam hari. sang ibu bilang tidak ada masalah, ia dan suaminya bakal senang kedatangan tamu malam ini. Masih ada keramahan di pelosok daerah :)

Siang itu kami menuju ke Pantai Pegadung, pantai yang sebelumnya pernah saya datangi bersama Budhi dan kawan pelukis pada 8 Maret 2011. Ngopi sejenak di Pegadung. Masak air dengan kompor mini yang dibawa oleh kang Rudi – thanks bro :)

Pada kunjungan pertama kami di Pegadung, kami tidak mengambil foto serius, sengaja hanya melihat-lihat dulu. Kunjungan kali inilah saatnya kami ambil foto-foto. Luar biasa scene batu-batu karang disini. Oleh Budhi batu-batu karang itu dinamakan “Batu Hiu”.  Penduduk sekitar menamakannya Batu Layar. Nama Batu Layar ada dimana-mana. Pas dinamakan Batu Hiu untuk membedakan :)

Panas terik tengah hari begitu menyengat kulit, tapi tak terlalu kami hiraukan. Tak terasa sudah beberapa jam di situ. Beberapa foto sudah tersimpan di memori kamera. Tak sabar rasanya untuk segera kami sharing ke teman-teman lain.

Kembali ke Batu Suluh, kami berjumpa dengan suami ibu tadi. Basa-basi sejenak saling berkenalan. Duduk-duduk di teras rumah panggung kecilnya sambil menyeruput kopi panas rasa jahe. Nikmatnya tinggal di kampung yang jauh dari kota.

Mandi dimana? Itu yang sempat terpikir oleh saya. Bukankah sebelum sampai di Batu Suluh ada satu Kali yang jernih yang memotong jalan utama menuju kampung ini….! OK, kami mandi disitu. Jangan ditanya seperti apa segarnya mandi di antara batu-batu besar sambil mendengar suara gemericik air yang mengalir. Kami membayangkan ada bidadari yang mandi disitu :D

Untuk makan malam kali ini, saya dan Budhi berterimakasih lagi ke kang Maman. dengan panci kecilnya ternyata bisa menanak nasi dan merebus mie campur tempe dan pete. Cukup untuk 3 orang yang porsi makannya di atas normal. Setelahnya kembali disuguhi kopi oleh tuan rumah. Ngobrol dengan penduduk yang  datang dan penasaran siapa kami sebenarnya. Dengan keramahtamahan mereka kami merasa nyaman malam itu.

Sudah membayangkan tidur di beranda rumah panggungnya di udara terbuka, ternyata tuan rumah sudah menyiapkan 3 kasur di dalam. Tak sanggup menolak kami pun tidur di dalam. Pulas tidur. Suara ngorok terdengar bersautan bergantian dengan suara jangkrik dan deburan ombak di kejauhan.

—-

Catatan:

  • sekitar 90 km
  • Aman
  • Jalan banyak rusak
  • Makanan sebaiknya bawa sendiri
  • Kalau naik motor sebaiknya motor non matic dan tidak boncengan
  • Score 6 (score 1 susah dituju dan kemungkinan besar nyasar – score 10 mudah dicapai)
  • Bisa pergi subuh pulang sore
  • Direkomendasikan untuk yang hobi fotografi  (lanskap, HI, budaya)
About these ads
  1. May 29, 2013 at 5:18 pm

    Potensi Pariwisata Lampung Bak Harta Terpendam yang belum terekspos; Moga dengan adanya Blog Mas Yopie yang mengangkat photo2 keindahan alam, adat budaya serta peninggalan sejarah yang ada di Provinsi Lampung akan dikenal dan dikemudian hari akan banyak mengundang wisatawan dari aneka penjuru dunia. Tabiiikpun

    • Yopie Pangkey
      June 8, 2013 at 12:31 am

      Trims sudah mampir di sini :)
      semoga bermanfaat…

      • June 10, 2013 at 3:45 pm

        Trims dan Salkomsel

  2. jim
    November 12, 2013 at 11:45 pm

    Pak Yopie, jalan menuju ke pantai ini apakah melalui turunan yang ada pigura teluk kiluan? mohon petunjuknya.

    • Yopie Pangkey
      November 13, 2013 at 11:04 am

      yg lurus pak, bukan yang turun. masih 1 jam lagi dg ojek.

  3. jim
    November 13, 2013 at 7:58 pm

    yg lurus? berarti yg minggu lalu sy lewati. jalannya turunan curam, berbatu – batu, cuman bisa dilewati 1 motor. sy sempat turun dikit, untungnya sy memutuskan utk mutar balik. bisa tinggal nama kalau lewat situ. hehehe…

    • Yopie Pangkey
      November 14, 2013 at 1:41 pm

      Aman, asal sedikit berhati2 :)
      Kita sering ke sana.

  4. Bayu
    January 11, 2014 at 11:56 am

    Wah kyaknya tmpatnya asik itu.

    • Yopie Pangkey
      January 11, 2014 at 12:05 pm

      banget asiknya :)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 706 other followers

%d bloggers like this: